<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SMP 1 Porong, Unggul dalam Prestasi Berimtaq dan Terampil</title>
	<atom:link href="http://smpn1porongblog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com</link>
	<description>e-mail : smpn1_porong@yahoo.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Aug 2011 08:30:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smpn1porongblog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/40a0e8e8604544f9bb2e827cc8bc81f0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>SMP 1 Porong, Unggul dalam Prestasi Berimtaq dan Terampil</title>
		<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smpn1porongblog.wordpress.com/osd.xml" title="SMP 1 Porong, Unggul dalam Prestasi Berimtaq dan Terampil" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smpn1porongblog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cahaya</title>
		<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/24/cahaya/</link>
		<comments>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/24/cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 07:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smpn1porongblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelas 3]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran IPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smpn1porongblog.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. [2][3] Cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut &#8220;dualisme gelombang-partikel&#8221;. Paket [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=441&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Cahaya</strong> adalah <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a> berbentuk <a title="Gelombang elekromagnetik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gelombang_elekromagnetik&amp;action=edit&amp;redlink=1">gelombang elekromagnetik</a> yang kasat <a title="Mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata">mata</a> dengan <a title="Panjang gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panjang_gelombang">panjang gelombang</a> sekitar 380–750 nm.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya#cite_note-0">[1]</a></sup> Pada bidang <a title="Fisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika">fisika</a>, <strong>cahaya</strong> adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan <a title="Panjang gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panjang_gelombang">panjang gelombang</a> kasat <a title="Mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata">mata</a> maupun yang tidak. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya#cite_note-1">[2]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cahaya</strong> adalah paket partikel yang disebut <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut &#8220;dualisme gelombang-partikel&#8221;. Paket cahaya yang disebut <a title="Spektrum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum">spektrum</a> kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai <a title="Warna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warna">warna</a>. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan <a title="Optika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Optika">optika</a>, merupakan area riset yang penting pada <a title="Fisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika">fisika</a> modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era <a title="Optika klasik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Optika_klasik">optika klasik</a> yang mempelajari besaran optik seperti: <a title="Intensitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intensitas">intensitas</a>, <a title="Frekuensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi">frekuensi</a> atau <a title="Panjang gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panjang_gelombang">panjang gelombang</a>, <a title="Polarisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polarisasi">polarisasi</a> dan <a title="Fasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fasa">fasa</a> cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan <a title="Pendekatan paraksial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendekatan_paraksial">pendekatan paraksial</a> geometris seperti <a title="Refleksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Refleksi">refleksi</a> dan <a title="Refraksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Refraksi">refraksi</a>, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: <a title="Interferensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interferensi">interferensi</a>, <a title="Difraksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Difraksi">difraksi</a>, <a title="Dispersi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dispersi">dispersi</a>, <a title="Polarisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polarisasi">polarisasi</a>. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan <a title="Optika geometris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Optika_geometris">optika geometris</a> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">en</a>:<em>geometrical optics</em>) dan <a title="Optika fisis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Optika_fisis">optika fisis</a> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">en</a>:<em>physical optics</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada puncak optika klasik, <strong>cahaya</strong> didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh <a title="Michael Faraday" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Faraday">Michael Faraday</a> dengan penemuan <a title="Sinar katoda (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinar_katoda&amp;action=edit&amp;redlink=1">sinar katoda</a>, tahun 1859 dengan <a title="Teori radiasi massa hitam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_radiasi_massa_hitam&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori radiasi massa hitam</a> oleh <a title="Gustav Kirchhoff" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gustav_Kirchhoff">Gustav Kirchhoff</a>, tahun 1877 <a title="Ludwig Boltzmann" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ludwig_Boltzmann">Ludwig Boltzmann</a> mengatakan bahwa status <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a> sistem fisik dapat menjadi diskrit, <a title="Teori kuantum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_kuantum&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori kuantum</a> sebagai model dari <a title="Teori radiasi massa hitam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_radiasi_massa_hitam&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori radiasi massa hitam</a> oleh <a title="Max Planck" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Planck">Max Planck</a> pada tahun 1899 dengan hipotesa bahwa <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a> yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut <a title="Elemen energi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elemen_energi&amp;action=edit&amp;redlink=1">elemen energi</a>, <strong>E</strong>. Pada tahun 1905, <a title="Albert Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein">Albert Einstein</a> membuat percobaan <a title="Efek fotoelektrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_fotoelektrik">efek fotoelektrik</a>, cahaya yang menyinari <a title="Atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom">atom</a> mengeksitasi <a title="Elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron">elektron</a> untuk melejit keluar dari <a title="Orbit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbit">orbitnya</a>. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh <a title="Louis de Broglie" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Louis_de_Broglie">Louis de Broglie</a> menunjukkan <a title="Elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron">elektron</a> mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus <a title="Teori dualitas partikel-gelombang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_dualitas_partikel-gelombang&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori dualitas partikel-gelombang</a>. <a title="Albert Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein">Albert Einstein</a> kemudian pada tahun 1926 membuat <a title="Postulat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Postulat&amp;action=edit&amp;redlink=1">postulat</a> berdasarkan <a title="Efek fotolistrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_fotolistrik">efek fotolistrik</a>, bahwa cahaya tersusun dari <a title="Kuanta (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuanta&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuanta</a> yang disebut <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a> yang mempunyai sifat dualitas yang sama. Karya <a title="Albert Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein">Albert Einstein</a> dan <a title="Max Planck" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Planck">Max Planck</a> mendapatkan <a title="Penghargaan Nobel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Nobel">penghargaan Nobel</a> masing-masing pada tahun 1921 dan 1918 dan menjadi dasar <a title="Teori kuantum mekanik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_kuantum_mekanik&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori kuantum mekanik</a> yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan, termasuk <a title="Werner Heisenberg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Werner_Heisenberg">Werner Heisenberg</a>, <a title="Niels Bohr" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Niels_Bohr">Niels Bohr</a>, <a title="Erwin Schrödinger" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erwin_Schr%C3%B6dinger">Erwin Schrödinger</a>, <a title="Max Born" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Born">Max Born</a>, <a title="John von Neumann" href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_von_Neumann">John von Neumann</a>, <a title="Paul Dirac" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_Dirac">Paul Dirac</a>, <a title="Wolfgang Pauli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wolfgang_Pauli">Wolfgang Pauli</a>, <a title="David Hilbert" href="http://id.wikipedia.org/wiki/David_Hilbert">David Hilbert</a>, <a title="Roy J. Glauber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roy_J._Glauber">Roy J. Glauber</a> dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Era ini kemudian disebut era <a title="Optika modern (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Optika_modern&amp;action=edit&amp;redlink=1">optika modern</a> dan <strong>cahaya</strong> didefinisikan sebagai dualisme <a title="Gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang">gelombang</a> transversal elektromagnetik dan aliran <a title="Partikel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partikel">partikel</a> yang disebut <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a>. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan ditemukannya <a title="Sinar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar">sinar</a> <a title="Maser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maser">maser</a>, dan <a title="Sinar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar">sinar</a> <a title="Laser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laser">laser</a> pada tahun 1960.</p>
<p style="text-align:justify;">Era optika modern tidak serta merta mengakhiri era <a title="Optika klasik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Optika_klasik">optika klasik</a>, tetapi memperkenalkan sifat-sifat cahaya yang lain yaitu <a title="Difusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Difusi">difusi</a> dan <a title="Hamburan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hamburan&amp;action=edit&amp;redlink=1">hamburan</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="/DOCUME%7E1/BIMAND%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smpn1porongblog.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smpn1porongblog.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=441&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/24/cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b368057ea92505609aa3b68fc643aa1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smpn1porongblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bunyi</title>
		<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/24/mengenal-bunyi/</link>
		<comments>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/24/mengenal-bunyi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 06:54:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smpn1porongblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelas 3]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran IPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smpn1porongblog.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinalmedium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. yang merambat melalui Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensiHertz [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=438&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Bunyi</strong> atau <strong>suara</strong> adalah kompresi mekanikal atau <a title="Gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang">gelombang</a> <em>longitudinal</em><a title="Medium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medium">medium</a>. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat <a title="Cair" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cair">cair</a>, <a title="Padat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padat">padat</a>, <a title="Gas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas">gas</a>. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam <a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air">air</a>, <a title="Batu bara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara">batu bara</a>, atau <a title="Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara">udara</a>. </span> yang merambat melalui</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan <a title="Osilasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Osilasi">osilasi</a> atau <a title="Frekuensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi">frekuensi</a><a title="Hertz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hertz">Hertz</a> (Hz) dan <a title="Amplitudo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amplitudo">amplitudo</a> atau <a title="Kenyaringan bunyi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenyaringan_bunyi&amp;action=edit&amp;redlink=1">kenyaringan bunyi</a> dengan pengukuran dalam <a title="Desibel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desibel">desibel</a>.</span> yang diukur dalam</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Manusia mendengar bunyi saat <a title="Gelombang bunyi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gelombang_bunyi&amp;action=edit&amp;redlink=1">gelombang bunyi</a>, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke <a title="Gendang telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_telinga">gendang telinga</a> manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh <a title="Telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga">telinga</a> <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut <a title="Ultrasonik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ultrasonik">ultrasonik</a> dan di bawah 20 Hz disebut <a title="Infrasonik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infrasonik">infrasonik</a>.</span></p>
<h2>Kenyaringan dan Desibel</h2>
<p>Bunyi <a title="Kereta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta">kereta</a> lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan <a title="Desibel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desibel">desibel</a> (dB). Bunyi <a title="Pesawat jet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_jet">pesawat jet</a> yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran <a title="Daun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun">daun</a> sekitar 33 dB.</p>
<p>Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.</p>
<p>Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.</p>
<h2>Gema</h2>
<p>Gema terjadi jika bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan, seperti tebing pegunungan, dan kembali kepada kita segera setelah bunyi asli dikeluarkan. Kejernihan ucapan dan musik dalam ruangan atau gedung konser tergantung pada cara bunyi bergaung di dalamnya. Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara jadi, gema adalah gelombang pantul/ reaksi dari gelombang yang dipancarkan bunyi.</p>
<h2>Gelombang Bunyi</h2>
<p>Gelombang bunyi terdiri dari <a title="Molekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul">molekul-molekul</a> <a title="Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara">udara</a> yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia,Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.</p>
<h2>Kecepatan Bunyi</h2>
<p>Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu</p>
<h2>Resonansi</h2>
<p>Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan <a title="Resonansi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Resonansi&amp;action=edit&amp;redlink=1">resonansi</a>. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smpn1porongblog.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smpn1porongblog.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=438&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/24/mengenal-bunyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b368057ea92505609aa3b68fc643aa1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smpn1porongblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Jejaring Sosial Facebook</title>
		<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/mengenal-jejaring-sosial-facebook/</link>
		<comments>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/mengenal-jejaring-sosial-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 11:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smpn1porongblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smpn1porongblog.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Facebook pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard Univresity, Mark Zuckerberg. Pada awalnya dulu memakai nama &#8220;The Facebook&#8221; yang merupakan sebutan untuk lembaran dokumen yang dibagikan kepada setiap mahasiswa baru di Harvard University yang menampilkan profil civitas akademika. Dalam waktu satu bulan sejak facebook diluncurkan lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=436&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/KOMPUT%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /><span style="font-family:verdana,geneva;">Facebook pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh seorang mahasiswa <em>Harvard Univresity</em>, <strong>Mark Zuckerberg</strong>. Pada awalnya dulu memakai nama &#8220;<strong>The Facebook</strong>&#8221; yang merupakan sebutan untuk lembaran dokumen yang dibagikan kepada setiap mahasiswa baru di Harvard University yang menampilkan profil civitas akademika. </span></p>
<p><span style="font-family:verdana,geneva;">Dalam waktu satu bulan sejak facebook diluncurkan lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard sudah tergabung sebagai pengguna. The Facebook juga mulai merambah keberbagai kampus lain di kota Boston dan beberapa universitas ternama seperti Stanford, Columbia, dan Yale. Dan kurang dari 4 bulan 30 kampus telah tergabung sebagai pengguna The Facbook dan situs yang semula beralamat di <em>thefacebook.com</em> ini berubah manjadi <em>facebook.com</em> pada Agustus 2005. </span></p>
<p><span style="font-family:verdana,geneva;">Dalam perkembangannya Facebook kemudian membuka jaringannya tidak hanya untuk kalangan perguruan tinggi tetapi juga untuk pelajar SMA, pekerja kantoran, dan akhirnya pada September 2006, Facebook dibuka untuk umum bagi siapa saja yang telah berumur 13 tahun dan telah memiliki email. Sekarang ini anak SMP juga sudah banyak yang punya akun facebook&#8230;., termasuk bapak/ibu gurunya&#8230;..<img title="Laughing" src="http://tikkudus.com/plugins/editors/tinymce/jscripts/tiny_mce/plugins/emotions/images/smiley-laughing.gif" border="0" alt="Laughing" /></span></p>
<p><span style="font-family:verdana,geneva;">Apa sich yang membuat Facebook begitu diminati banyak orang ?. facebook memiliki banyak jaringan yang diatur berdasarkan kota, lokasi, kerja, sekolah, maupun negara. Jaring-jaring inilah yang kemudian menghubungkan para anggotanya. Selama profil kita berisi informasi yang lengkap, Facebook bisa menemukan orang-orang yang mirip dengan profil kita. Dengan begitu kita bisa menemukan teman lama dan teman-teman baru sesuai dengan profil kita. </span></p>
<p><span style="font-family:verdana,geneva;"><strong>Sampai dengan sekarang Facebook telah tersedia dalam lebih dari 40 bahasa dan telah berkembang pesat dengan jumlah pengguna lebih dari 200 juta orang dan ternyata 70% pengguna Facebook tidak berasal dari Amerika dengan rata-rata setiap pengguna memiliki teman 120 teman.</strong> Perkembangan Facebook memang sangat fenomenal, bayangkan aja lama penggunaan Facebook setiap hari pada tahun 2008 adalah 1,1 milyar menit dan pada tahun 2009 meningkat sangat tajam seiring banyaknya yang terserang virus Facebook yaitu 3 milyar menit. Update pengguna Facebook perhari pada tahun 2008 sekitar 4 juta pengguna dan pada tahun 2009 berkembang menjadi 18 juta pengguna dan banyaknya foto yang diupload perbulan mencapai 850 juta foto. </span></p>
<p><span style="font-family:verdana,geneva;">Selain itu Facebook tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari teman, tetapi juga digunakan untuk beriklan serta berkampanye, salah satunya adalah  Presiden Amerika Barrack Obama adalah Presiden pertama yang memanfaatkan Facebook untuk kampanye via internet, dan kini banyak capres-capres yang mengekor tindakan Obama tersebut. Kita juga bisa share tentang masalah-masalahyang sedang kita hadapi misalnya kesehatan, keuangan, sekolah, dll.</span></p>
<p>Facebook selain banyak sekali manfaatnya tidak dipungkiri juga banyak negatif yang ditimbulkan. banyak contoh yang sekarang sudah terjadi dimasyarakat mulai dari hilangnya siswi dengan teman facebooknya, PSK yang lebih canggih dengan menawarkan diri di facebook, kalimat-kalimat yang tidak patut di ucapkan sampai foto yang harusnya ada dalam file pribndi juga kadang bisa nangkring di facebook.</p>
<p><strong>Nah, Buat yang suka facebook nich harus hati-hati karena menurut penelitian ternayata dapat menurunkan kinerja kita termasuk juga prestasi belajar ! </strong></p>
<p><strong>Maka dari itu Ayo menggunakan teknologi dengan bijaksana<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smpn1porongblog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smpn1porongblog.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=436&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/mengenal-jejaring-sosial-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b368057ea92505609aa3b68fc643aa1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smpn1porongblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tikkudus.com/plugins/editors/tinymce/jscripts/tiny_mce/plugins/emotions/images/smiley-laughing.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Laughing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sel</title>
		<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/sel/</link>
		<comments>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/sel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 11:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smpn1porongblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelas 1]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Biologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smpn1porongblog.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap &#8216;ruang&#8217;). Perbesaran 400 kali. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=433&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sel_tumbuhan.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/84/Sel_tumbuhan.png/180px-Sel_tumbuhan.png" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sel_tumbuhan.png"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (<em>Allium cepa</em>). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap &#8216;ruang&#8217;). Perbesaran 400 kali.</p>
</div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sel</strong> merupakan unit <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi</a> terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologis</a>. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara <a title="Autonom (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Autonom&amp;action=edit&amp;redlink=1">autonom</a> asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;">Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (<em>uniselular</em>), misalnya <a title="Bakteri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri">bakteri</a>, <a title="Archaea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Archaea">Archaea</a>, serta sejumlah <a title="Fungi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fungi">fungi</a> dan <a title="Protozoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa">protozoa</a>) atau dari banyak sel (<em>multiselular</em>). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi <a title="Hirarki hidup (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hirarki_hidup&amp;action=edit&amp;redlink=1">hirarki hidup</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur <a title="Evolusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi">evolusi</a> yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (<a title="Regnum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Regnum">Regnum</a>) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel <a title="Prokariota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prokariota">prokariota</a> beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel <a title="Eukariota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eukariota">eukariota</a> beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong>Sejarah Penemuan Sel</strong></div>
</div>
<div style="text-align:justify;">Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris <a title="Robert Hooke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Hooke">Robert Hooke</a> yang telah meneliti irisan tipis <a title="Gabus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gabus">gabus</a> melalui <a title="Mikroskop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop">mikroskop</a> yang dirancangnya sendiri. Kata <em>sel</em> berasal dari kata <a title="Bahasa Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin">bahasa Latin</a> cellula yang berarti <a title="Rongga (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rongga&amp;action=edit&amp;redlink=1">rongga</a>/ruangan.</div>
<div style="text-align:justify;"><strong>Sruktur Sel</strong></div>
<div style="text-align:justify;">
<p>Secara umum setiap sel memiliki</p>
<ul>
<li><a title="Membran sel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel">membran sel</a>,</li>
<li><a title="Sitoplasma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoplasma">sitoplasma</a>, dan</li>
<li><a title="Inti sel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_sel">inti sel</a> atau nukleus.</li>
</ul>
<p>Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai <a title="Dinding sel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel">dinding sel</a>. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya <a title="Ruang antarsel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ruang_antarsel&amp;action=edit&amp;redlink=1">ruang antarsel</a>, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.</p>
<p>Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai <a title="Protoplasma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protoplasma">protoplasma</a>. Sitoplasma berwujud cairan kental (<a title="Sitosol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitosol">sitosol</a>) yang di dalamnya terdapat berbagai <a title="Organel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organel">organel</a> yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan &#8220;kompartementasi&#8221; di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.</p>
<p>Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah</p>
<ul>
<li><a title="Mitokondria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitokondria">mitokondria</a> (kondriosom)</li>
<li><a title="Badan Golgi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Golgi">badan Golgi</a> (diktiosom)</li>
<li><a title="Retikulum endoplasma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Retikulum_endoplasma">retikulum endoplasma</a></li>
<li><a title="Plastida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plastida">plastida</a> (khusus tumbuhan, mencakup <a title="Leukoplas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leukoplas">leukoplas</a>, <a title="Kloroplas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kloroplas">kloroplas</a>, dan <a title="Kromoplas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromoplas">kromoplas</a>)</li>
<li><a title="Vakuola" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vakuola">vakuola</a> (khusus tumbuhan)</li>
</ul>
</div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siklus Sel</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Siklus sel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_sel">Siklus sel</a> adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik)</p>
<p style="text-align:justify;">Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Fase pada siklus sel</h4>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Fase S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA</li>
<li>Fase M (<a title="Mitosis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitosis">mitosis</a>): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)</li>
<li>Fase G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
<ol>
<li>Fase G<sub>0</sub>, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.</li>
<li>Fase G<sub>1</sub>, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.</li>
<li>Fase G<sub>2</sub>, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<dl>
<dd>Fase tersebut berlangsung dengan urutan S &gt; G<sub>2</sub> &gt; M &gt; G<sub>0</sub> &gt; G<sub>1</sub> &gt; kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.</dd>
<dd>
</dd>
<dd>Materi dari www.id.wikipedia.org
</dd>
</dl>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smpn1porongblog.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smpn1porongblog.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=433&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/sel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b368057ea92505609aa3b68fc643aa1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smpn1porongblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/84/Sel_tumbuhan.png/180px-Sel_tumbuhan.png" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Listrik Dinamis</title>
		<link>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/listrik-dinamis-2/</link>
		<comments>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/listrik-dinamis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 10:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smpn1porongblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelas 3]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Mulok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smpn1porongblog.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Listrik Dinamis atau biasa disebut elektrodinamika adalah  listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrikwaktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=430&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Listrik Dinamis</strong> atau biasa disebut <strong>elektrodinamika</strong> adalah <strong> </strong><a title="Listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik">listrik</a> yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah <a title="Muatan listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muatan_listrik">muatan listrik</a><a title="Waktu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu">waktu</a> dengan satuan muatan listrik adalah <em>coulumb</em> dan satuan waktu adalah <a title="Detik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Detik">detik</a>. <a title="Kuat arus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuat_arus&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuat arus</a> pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. semua itu telah dikemukakan oleh <strong>hukum kirchoff</strong> yang berbunyi &#8220;jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar&#8221;. berdasarkan hukum <a title="Ohm" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ohm">ohm</a> dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan <a title="Volt" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Volt">volt</a>(V) dan kuat arus adalah <a title="Ampere" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ampere">ampere</a> (A) serta hambatan adalah ohm.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;">Hukum Ohm</h2>
<div style="text-align:justify;"><a title="Gambar:ohm1.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Ohm1.jpg"><img src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/90/Ohm1.jpg" border="0" alt="Gambar:ohm1.jpg" width="200" height="251" /></a></div>
<p style="text-align:justify;">Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik. tetapi melingkar kernbali ke sumber arus. Pada dasarnya alat listrik bersifat menghambat alus listrik. Hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dapat diibaratkan seperti air yang mengalir pada suatu saluran. Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik, tegangan. dan hambatan adalah <strong>Georg Simon Ohm</strong> (1787-1854) seorang ahli fisika Jerman. Hubungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan hukum Ohm.<br />
Setiap arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu mengalami hambatan. Jika hambatan listrik dilambangkan dengan R. beda potensial V, dan kuat arus I, hubungan antara R, V, dan I secara matematis dapat ditulis:</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Gambar:ohm.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Ohm.jpg"><img src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/4d/Ohm.jpg" border="0" alt="Gambar:ohm.jpg" width="408" height="126" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah penghantar dikatakan mempunyai nilai hambatan 1 Ω jika tegangan 1 V di antara kedua ujungnya mampu mengalirkan arus listrik sebesar 1 A melalui konduktor itu. Data-data percobaan hukum Ohm dapat ditampilkan dalam bentuk grafik seperti gambar di samping. Pada pelajaran Matematika telah diketahui bahwa kemiringan garis merupakan hasil bagi nilai-nilai pada sumbu vertikal (ordinat) oleh nilai-nilai yang bersesuaian pada sumbu horizontal (absis). Berdasarkan grafik, kemiringan garis adalah α = V/T Kemiringan ini tidak lain adalah nilai hambatan (R). Makin besar kemiringan berarti hambatan (R) makin besar. Artinya, jika ada suatu bahan dengan kemiringan grafik besar. bahan tersebut makin sulit dilewati arus listrik. Komponen yang khusus dibuat untuk menghambat arus listrik disebut resistor (pengharnbat). Sebuah resistor dapat dibuat agar mempunyai nilai hambatan tertentu. Jika dipasang pada rangkaian sederhana, resistor berfungsi untuk mengurangi kuat arus. Namun, jika dipasang pada rangkaian yang<br />
rumit, seperti radio, televisi, dan komputer, resistor dapat berfungsi sebagai pengatur kuat arus. Dengan demikian, komponen-komponen dalam rangkaian itu dapat berfungsi dengan baik. Resistor sederhana dapat dibuat dari bahan nikrom (campuran antara nikel, besi. krom, dan karbon). Selain itu, resistor juga dapat dibuat dari bahan karbon. Nilai hambatan suatu resistor dapat diukur secara langsung dengan ohmmeter. Biasanya, ohmmeter dipasang hersama-sama dengan amperemeter dan voltmeter dalam satu perangkat yang disebut multimeter. Selain dengan ohmmeter, nilai hambatan resistor dapat diukur secara tidak langsung dengan metode amperemeter voltmeter.</p>
<h2>Hukum Kirchoff</h2>
<p>Arus listrik yang melalui suatu penghantar dapat kita pandang sebagai aliran air sungai. Jika sungai tidak bercabang, jumlah air di setiap tempat pada sungai tersebut sama. Demikian halnya dengan arus listrik.</p>
<p><a title="Gambar:hkirchoff.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Hkirchoff.jpg"><img src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/58/Hkirchoff.jpg" border="0" alt="Gambar:hkirchoff.jpg" width="200" height="156" /></a></p>
<p>Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut. Pernyataan itu sering dikenal sebagai hukum I Kirchhoff karena dikemukakan pertama kali oleh Kirchhoff.</p>
<p>Maka diperoleh persamaan :<br />
<strong>I<sub>1</sub> + I<sub>2</sub> = I<sub>3</sub> + I<sub>4</sub> + I<sub>5</sub><br />
I <sub>masuk</sub> = I <sub>keluar</sub></strong></p>
<p><a name="Rangkaian_Hambatan"></a></p>
<h2>Rangkaian Hambatan</h2>
<ul>
<li><strong>Rangkaian Seri</strong></li>
</ul>
<p>Berdasarkan hukum Ohm: V = IR, pada hambatan R<sub>1</sub> terdapat teganganV<sub>1</sub> =IR<sub>1</sub> dan pada hambatan R<sub>2</sub> terdapat tegangan V<sub>2 </sub>= IR <sub>2</sub>. Karena arus listrik mengalir melalui hambatan R<sub>1</sub> dan hambatan R<sub>2,</sub> tegangan totalnya adalah V<sub>AC</sub> = IR<sub>1</sub> + IR<sub>2</sub>.<br />
Mengingat VAC merupakan tegangan total dan kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian seperti di atas (rangkaian tak bercabang) di setiap titik sama maka<br />
V<sub>AC </sub>= IR<sub>1</sub> + IR<sub>2</sub><br />
I R<sub>1</sub> = I(R<sub>1</sub> + R<sub>2</sub>)<br />
R<sub>1</sub> = R<sub>1</sub> + R<sub>2</sub> ; R<sub>1 </sub>= hambatan total<br />
Rangkaian seperti di atas disebut rangkaian seri. Selanjutnya, R<sub>1</sub> ditulis R<sub>s</sub> (R seri) sehingga R<sub>s</sub> = R<sub>1</sub> + R<sub>2</sub> +&#8230;+R<sub>n</sub>, dengan n = jumlah resistor. Jadi, jika beberapa buah hambatan dirangkai secara seri, nilai hambatannya bertambah besar. Akibatnya, kuat arus yang mengalir makin kecil. Hal inilah yang menyebabkan nyala lampu menjadi kurang terang (agak redup) jika dirangkai secara seri. Makin banyak lampu yang dirangkai secara seri, nyalanya makin redup. Jika satu lampu mati (putus), lampu yang lain padam.</p>
<ul>
<li><strong>Rangakaian Paralel</strong></li>
</ul>
<p>Mengingat hukum Ohm: I = V/R dan I = I<sub>1</sub>+ I<sub>2</sub>, maka</p>
<p><a title="Gambar:paralel1.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Paralel1.jpg"><img src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/a6/Paralel1.jpg" border="0" alt="Gambar:paralel1.jpg" width="266" height="45" /></a></p>
<p>Pada rangkaian seperti di atas (rangkaian bercabang), V <sub>AB</sub> =V<sub>1</sub> = V<sub>2</sub> = V. Dengan demikian, diperoleh persamaan</p>
<p><a title="Gambar:paralel2.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Paralel2.jpg"><img src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/50/Paralel2.jpg" border="0" alt="Gambar:paralel2.jpg" width="259" height="49" /></a></p>
<p>Rangkaian yang menghasilkan persamaan seperti di atas disebut rangkaian paralel. Oleh karena itu, selanjutnya R<sub>t</sub> ditulis R<sub>p</sub> (R<sub>p</sub> = R <sub>paralel</sub>). Dengan demikian, diperoleh persamaan <a title="Gambar:paralel3.jpg" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Paralel3.jpg"><img src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/e4/Paralel3.jpg" border="0" alt="Gambar:paralel3.jpg" width="364" height="52" /></a></p>
<p>Berdasarkan persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam rangkaian paralel, nilai hambatan total (R<sub>p</sub>) lebih kecil dari pada nilai masing-masing hambatan penyusunnya (R<sub>1</sub> dan R<sub>2</sub>). Oleh karena itu, beberapa lampu yang disusun secara paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas normal (tidak mengalami penurunan). Jika salah satu lampu mati (putus), lampu yang lain tetap menyala.</p>
<p>Diambil dari www.id.wikipedia.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smpn1porongblog.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smpn1porongblog.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smpn1porongblog.wordpress.com&amp;blog=7623647&amp;post=430&amp;subd=smpn1porongblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smpn1porongblog.wordpress.com/2010/02/23/listrik-dinamis-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b368057ea92505609aa3b68fc643aa1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smpn1porongblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/90/Ohm1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar:ohm1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/4d/Ohm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar:ohm.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/58/Hkirchoff.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar:hkirchoff.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/a6/Paralel1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar:paralel1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/50/Paralel2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar:paralel2.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/e4/Paralel3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar:paralel3.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
